Panduan publik
Konten yang dibuat untuk membantu merchant memahami kontrak integrasi
Halaman ini ditujukan untuk merchant, tim operasional, dan tim integrasi yang ingin membaca satu topik secara lebih fokus tanpa harus masuk ke dashboard.
Generate QRIS yang menyimpan transaksi lokal lebih dulu
Merchant website memanggil endpoint generate QRIS menggunakan bearer token toko. Project meneruskan request ke external API, lalu menyimpan transaksi lokal dengan status pending sebelum QR payload dikembalikan.
Pola ini membuat order merchant tidak hanya bergantung pada respons vendor. Transaksi lokal sudah punya jejak audit sejak awal, sehingga check-status, callback, dan rekonsiliasi tidak dimulai dari nol.
- Generate QRIS dengan token toko, bukan credential vendor
- Transaksi pending disimpan sebelum QR dikembalikan
- Check-status dapat memakai cache snapshot final per trx_id
Webhook final dan callback merchant yang lebih stabil
Saat external API mengirim webhook success, failed, atau expired, project memvalidasi request, menjaga idempotency, dan hanya memfinalisasi transaksi sekali.
Setelah status final tervalidasi, project mengirim callback ke callback_url merchant. Merchant menerima payload final yang siap dipakai untuk update order, tanpa harus menyentuh detail sensitif dari vendor.
- Webhook processing idempotent
- Callback final ke merchant setelah status tervalidasi
- Payload merchant memakai token toko, bukan merchant_id vendor
Operasional merchant tidak berhenti di pembayaran
Dashboard juga mencakup testing toko, callback readiness, bank management, withdraw, dan histori transaksi. Tujuannya bukan hanya menerima pembayaran, tetapi menjaga aliran uang dan integrasi merchant tetap bisa dipantau.
Untuk merchant yang punya tim operasional, struktur ini memudahkan pembagian tugas antara owner toko, finance ops, dan developer merchant.
- Testing route untuk validasi callback merchant
- Bank inquiry sebelum simpan rekening payout
- Withdraw flow yang memisahkan settle balance dan biaya vendor